ilmu

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : ‘Apabila amanat telah disia-siakan, maka tunggulah kedatangan hari kiamat.’ Abu Hurairah bertanya, Bagaimana menyia-nyiakannya itu, wahai Rasulullah ?. Beliau menjawab. Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya hari kiamat”.

Advertisements

Yang mana?

Assalammu’alaikumwarahmatullah…

Pilih mana, “meminta maaf” atau “memaafkan”?

Pilih mana, “memberi” atau “diberi”?

Pilih mana, “sedikit tapi bermanfaat” atau “banyak tapi cukup”?

Pilih mana, “hidup enak” atau “hidup pas-pasan”?

Pilih mana, “sekarang sudah tua” atau “umur tidak berjalan (muda)”?

Pilih mana, “umur bertambah, tapi wajah muda” atau “umur bertambah, wajah juga berubah”?

Jawabannya saya tunggu….berikut alasannya…

Wassalammu’alaikumwarahmatullah…

Kamar ku, 22:45 (GMT +1)

Ilmu yang paling berharga

Assalammu’alaikumwarahamtullah…

Apa pelajaran paling berharga di dunia ini?

Saya berikan anda waktu 2 menit untuk memikirkannya. Berikut kata kuncinya :

Anda tidak tahu dia sedang mengajari anda, tapi anda tahu dia datang.

Anda tidak pernah tahu kapan pelajaran itu berakhir, tapi anda tahu kapan dia mulai.

Anda tahu dia akan mengajarkan ilmunya kepada semua orang, tetapi anda tidak tahu kapan dia mengajarkannya kepada anda.

Dia, yang  jika anda menyadari kedatangannya, anda akan berterima kasih kepadanya kerena dia mengajarkan ilmu itu kepada anda.

Dia yang jika datang, tidak pernah menyembunyikan ilmunya, selalu memberikan jawaban-jawaban yang anda tanya.

Dia yang jika datang, tidak pernah mengecewakan anda sedikit pun dengan ilmunya.

Dia yang jika datang dan memberikan ilmunya, dan kemudian memberikan ujian maka si peserta ujian akan berhasil apabila mendengarkan ilmu yang disampaikannya dengan benar.

Dia yang jika datang, selalu membuat dunia ini hampa, tidak ada apa-apanya.

Dia yang jika datang, akan mengalahkan ilmu-ilmu lain yang kita memiliki.

Sekarang waktu 2 menit anda telah berakhir…

Apakah jawabannya?

kamarku , 22:36 (GMT +1)

“Siapa saya?”

Assalammu’alaikumwarahmatullah..

Siapa saya?Penahkan pertanyaan ini muncul dalam benak kita disaat kapan saja dan dimana saja?Berapa kali pertanyaan ini muncul dalam benak kita dalam sehari?Atau setahun belum tentu muncul?

“Siapa saya?”, memiliki makna, dengan pertanyaan ini, kita diharapkan akan membuang jauh hal-hal negatif dalam diri kita. Dengan pertanyaan ini, maka kita diharapkan akan sadar, dari mana asal kita, apa tujuan kita hidup, mau kemana kita dan apa yang harus kita lakukan selama hidup.

Banyak orang yang melupakan pertanyaan ini, sehingga dia selalu menganggap, “saya orang paling hebat”. Tidak ada bayi yang begitu lahir langsung besar. Tidak ada bayi yang baru lahir langsung bisa jalan sekalipun itu anak hewan. Butuh proses sehingga membuat dia bisa jalan, misalnya. Tidak datang serta merta.

Itulah yang selalu kita lupakan,proses atau tahapan-tahapan dalam hidup ini yang kita lalui sehingga kita bisa seperti sekarang ini. Sekali-sekali, marilah kita melihat kebelakang, “siapa saya”. Dengan demikian kita akan sadar apa yang harus kita lakukan kedepan.

Wassalammu’alaikumwarahmatullah

Kamar ku, 22:24 (GMT +1)

pilihan

Assalammu’alaikumwarahamtullah…

Setiap sesuatu yang diciptakan oleh Allah swt, punya potensi dalam 2 hal, apakah itu potensi negatif atau potensi positif. Potensi mana yang akan berkembang, tergantung diri si empunya jiwa. Hidup itu adalah pilihan, itulah kata seorang teman. Banyak pilihan-pilihan dalam hidup yang kita jalani ini. Termasuk pilihan bagian dari diri kita yang mana yang mau dikembangkan, bagian positif atau negatif.

Meminjam istilah dari b’napi, “kejahatan itu bukan hanya ada niat dari pelakunya, tetapi juga ada kesempatan”. Ketika kita ingin melakukan sesuatu, biasanya diawali dengan pilihan dahulu, misalnya, anda ingin bangun pagi hari ini, pilihannya ada 2, pertama, anda bangun dan kemudian melanjutkan aktivitas atau anda memutuskan untuk tetap tidur dan menunda aktivitas. Berdasarkan pilihan anda itulah, nantinya anda akan melakukan aktivitas berikutnya. Dan seterusnya seperti itu. Dan perlu diingat bahwa setiap pilihan yang kita ambil akan mempengaruhi setiap aktivitas kita pada tahap selanjutnya.

Ketika kita selesai dari pendidikan, misal S-1 (sarjana tingkat pertama),kita juga dihadapi dengan berbagai pertanyaan yang pada akhirnya mengharuskan kita untuk memilih apa yang akan kita lakukan untuk selanjutnya. Dan begitu seterusnya.

Apakah dalam hidup ini, kita tidak bisa memilih, membiarkan segala sesuatunya jalan begitu saja?Jawabannya menurut saya “Tidak”. Karena proses kita “membiarkan segala sesuatunya jalan begitu saja”, itu juga bagian dari pilihan. Pilihan atas kemauan kita untuk membiarkan itu terjadi. Jadi, hidup ini selalu dihadapi dan dilalui dengan pilihan. Kembali kepada diri kita sendiri, mau memilih yang mana.

Jika kita ingin mengembangkan potensi negatif yang ada dalam diri kita, maka pilihlah hal-hal yang berhubungan dengan potensi negatif tersebut, tetapi jika kita ingin mengembangkan potensi positif dalam diri kita, maka pilihlah hal-hal yang berhubungan dengan potensi positif kita tersebut. Dan ingatlah setiap pilihan ada resikonya.

Setiap pilihan yang kita ambil, pasti ada resikonya, pasti ada “sesuatunya” (selain resiko). Jika kita mendapatkan hasil yang baik dari pilihan kita tersebut, maka itu sudah sepantasnya,sudah seperti yang kita harapkan. Tetapi jika kita mendapatkan hasil yang kurang baik dari pilihan yang kita ambil tersebut, maka akan ada resikonya yang harus kita hadapi. Maka untuk itu, diperlukan yang namanya “perhitungan/pertimbangan” terhadap segala suatu yang kita pilih. Dan tidak ada kata-kata “kecewa” atau apapun yang merupakan bentuk dari penyesalan kita tersebut terucap, walaupun sudah dilakukan “perhitungan/pertimbangan” terhadap semua pilihan kita. Kenapa? Karena ada faktor “X” yang tidak akan pernah kita ketahui. Disinilah kekurangan kita sebagai manusia akan tampak, karena kita tidak akan pernah mengetahui faktor “X” tersebut.

Apakah yang dimaksudkan dengan faktor “X”? Faktor “X” itu adalah Allah swt, sang pencipta alam semesta ini. Hak veto atas apa yang kita kerjakan, apa yang terjadi pada kita dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kita, itu semua Allah swt yang berhak memutuskan.

Jika dalam setiap pilihan kita ini, kita ikut mengikut sertakan Allah swt, maka tidak ada pilihan yang kita buat yang akan membuat kita menyesal, sedih, merasa bersalah dan lain sebagainya, dikarenakan kita selalu mengikut sertakan Allah swt dalam pilihan kita. Tidak ada pembenaran yang bisa diterima apabila seseorang membenarkan pilihan salahnya dengan alasan untuk mendapatkan kebaikan bagi dirinya atau orang lain. Maka dari itu, fikirlah dengan baik  setiap ingin membuat pilihan dan siap dengan resiko apapun dari pilihan tersebut.

Orang berjualan pagi hari, menyiapkan jualannya pada malam hari, menyiapkan modal untuk dagangannya, dan paginya mendorong gerobak dagangannya, sudah siap dengan 2 pilihan ya itu, untung atau rugi. Tetapi kenapa dia tetap melakukannya?Karena dia tahu faktor “X” tadi,yaitu Allah swt, adalah faktor yang dia ikut sertakan dalam pilihan dia tersebut.

Sekarang anda tinggal pilih, anda mau tetap seperti hari ini, atau anda mau lebih baik dari hari ini?Kedua pilihan ini sama-sama memiliki resiko.

Wassalammu’alaikumwarahamtullah

kamarku, pukul 22:15 (GMT +1)